Thursday, 29 August 2013
Some tots on parenting
Tuesday, 27 August 2013
Questions during interview
Correlation btwn the body, sleep and football
Monday, 26 August 2013
Waterfall Chart
The best thing ever exist in my life
Thursday, 22 August 2013
The next great man after the greatest man in the world
Wednesday, 21 August 2013
Doa ditimpa musibah, kematian, kecurian dll
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Raaji'uun, Allaahumma'jurnii Fii Musiibatii Waahliflii Khairan Minha
"Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya."
Sebagian ulama membaca:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اَللَّهُمَّ آجِرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأخْلُفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Raaji'uun, Allaahumma Aajirnii Fii Musiibatii Wahluflii Khairan Minha
"Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya."
Sebagian lainnya lagi membaca:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ آجِرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا
Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Raaji'uun, Allaahumma Aajirnii Fii Musiibatii Waahliflii Khairan Minha
"Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya."
Sumber Doa
Dari Ummu Salamah Radhiyallahu 'Anha, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم
"Tak seorang hamba (muslim) tertimpa musibah lalu ia berdoa: 'Sesungguhnya kita ini milik Allah dan sungguh hanya kepada-Nya kita akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah ganti yang lebih baik daripadanya.' Ummu Salamah berkata: Saat Abu Salamah wafat, aku berdoa sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah kepadaku, lalu Allah memberi ganti untukku yang lebih baik darinya, yakni Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam." (Muttafaq 'Alaih)
Keterangan
Setiap kita pasti pernah atau akan mendapatkan musibah. Karena musibah bagian dari ujian dalam kehidupan dunia. Tidak boleh tidak harus dijalani manusia. Salah satu bentuknya adalah kematian atau kehilangan harta benda.
Allah Ta'ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan." (QS. Al-Anbiya': 35)
Al-Imam Abu al-Fida' Ibnu Katsir rahimahullah dalam menafsirkan firman Allah Ta'ala, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS. Ali Imran: 185) berkata: "Allah mengabarkan kepada seluruh makhluk-Nya, tiap-tiap yang berjiwa pasti merasakan mati. Sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Semua yang ada di bumi itu akan binasa.Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan." (QS, al-Rahman: 26-27)
Hanya Allah Ta'ala semata yang Maha hidup, tak akan mati. Sedangkan jin, mereka akan mati. Begitu juga semua Malaikat. Tidak tertinggal mereka para pemikul 'Arsy. Hanya Dia Al-Wahid, Al-Ahad, Al-Qahhar (Allah yang Maha Esa dan Perkasa) yang kekal. Allah lah yang akhir, sebagaimana Dia adalah yang awal."
Tentang "Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)" beliau berkata: "Kami uji kalian dengan musibah sekali waktu, dan pada saat yang lain dengan nikmat. Untuk kami melihat siapa yang syukur dan siapa yang kufur, siapa yang sabar dan siapa yang berputus asa."
Syaikh Sa'di dalam tafsirnya berkata, "Akan tetapi Allah Ta'ala mengadakan hamba-hamba-Nya di dunia, memerintahkan dan melarang mereka, menguji mereka dengan kebaikan dan keburukan, kaya dan miskin, kemuliaan dan kehinaan, kehidupan dan kematian (semua itu) sebagai fitnah (cobaan) dari Allah Ta'ala untuk Dia menguji mereka siapa di antara mereka yang paling baik amalnya?."
Ujian musibah diberikan kepada hamba beriman untuk kebaikan mereka. Di antaranya untuk menghapuskan dosa-dosa mereka, mengajaknya bersabar sehingga diberi pahala berlipat, dan dengan musibah tersebut seorang hamba mukmin akan semakin tunduk dan taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala.
Dari Shuhaib bin Sinan Radhiyallahu 'Anhu, RasulullahShallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semau urusannya adalah baik. Hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang mukmin. Jika ia mendapat kenikmatan ia bersyukur, maka itu baik untuknya. Dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu juga baik untuknya." (HR. Muslim)
Maka saat tertimpa musibah dengan kematian orang tua, anak, atau saudaranya, atau hilang hartanya maka hendaknya seseorang menyadari bahwa semua ini terjadi dengan izin Allah; takdir dan kehendak-Nya. sebagaimana firman Allah Ta'ala, "Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Thaghabun: 11)
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang maksud ayat di atas, "Siapa yang ditimpa musibah lalu ia tahu bahwa itu terjadi dengan qadha dan qadar Allah, kemudian ia sabar, berharap pahala, dan pasrah menerima qadha' Allah; niscaya Allah memberikan hidayah pada hatinya, mengganti dunia yang hilang darinya dengan hidayah di hatinya, yakin dan percaya, dan bisa jadi Allah memberi ganti yang sepadan atau lebih baik daripada yang sudah diambil oleh-Nya."
Semua maksud yang disebutkan Ibnu Katsir ini terdapat dalam doa di atas. Doa penuh berkah yang diajarkan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallamsebagai implementasi ayat di atas. Manfaat dan keberkahannya telah dibuktikan oleh Ummul mukminin, Ummu Salamah Radhiyallahu 'Anha. Yakni saat suami tercintanya, Abu Salamah meningga. Ia sangat kehilangan. Karena Abu Salamah adalah suami yang sangat baik kepadanya. Lalu beliau berdoa dengan doa yang telah diajarkan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam di atas sambil ia bertanya-tanya, "Adakah laki-laki yang lebih baik dari Abu Salamah?" Setelah berlalu masa 'iddahnya, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam datang kepadanya untuk melamarnya. Maka saat itu dia sangat yakin dengan kedahsyatan doa di atas.
Ummu Salamah Radhiyallahu 'Anha berkata: "Saat Abu Salamah wafat, aku berdoa sebagaimana yang diperintahkan Rasulullah kepadaku, lalu Allah memberi ganti untukku yang lebih baik darinya, yakni Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam." Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam]
Tuesday, 20 August 2013
How to say urgent, asap, i want it now, this should be easy you should be able to do it in seconds correctly.
Monday, 19 August 2013
Most important conversation in their life
Wednesday, 31 July 2013
Looking forward to go to these places by the end of this year
A story about a kid scratching her father's car...have read few times on the Net...dont know whether true or not but would be a good reminder since me myself got three growing handsome boys at home
Satu hari dia terjumpa sebatang paku karat. Dia pun melakar simen tempat letak kereta ayahnya tetapi kerana diperbuat daripada marmar,lakaran tidak kelihatan. Dicubanya pada kereta baru ayahnya.
Ya…kerana kereta itu bewarna gelap, lakarannya jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun melakarlah melahirkan kreativitinya. Hari itu bapa dan ibunya bermotosikal ke tempat kerja kerana laluannya sesak sempena perayaan Thaipusam di Batu Caves.
Penuh sebelah kanan dia beredar ke sebelah kiri kereta.Dilakarnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam,kucing dan sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu langsung tak disedari si pembantu rumah.
Pulang petang itu, terkejut besar pasangan itu melihat kereta yang baru setahun dibeli dengan bayaran ansuran yang belum habis berbayar, berbatik-batik. Si bapa yang belum pun masuk ke rumah terus menjerit, “Siapa punya kerja ni?”
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. ..Mukanya merah padam ketakutan tambah-tambah melihat wajah bengis tuannya.
Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan “Tak tahu… !”
“Saya tak tahu Tuan..! “
“Duduk di rumah sepanjang hari tak tahu, apa kau buat?” herdik si isteri lagi. bila anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari bilik. Dengan penuh manja dia berkata
“Adik
buat ayahhh.. cantik kan!” katanya menerkam ayahnya ingin bermanja seperti selalu.Dengan kasih murni seorang anak yang belum memahami apa-apa, menarik lembut poket seluar abahnya, manja.
Si ayah yang hilang sabar merentap ranting kecil pokok bunga raya didepannya, terus dipukul bertalu-talu tapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.
Puas memukul tapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan diri, mungkin setuju dan berasa puas dengan hukuman yang dikenakan.
Pembantu rumah melopong, tak tahu nak buat apa-apa, sungguh kesian dan teramat sedih, namun dia sangat takut . Si bapa cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya. Selepas merasa puas, si bapa masuk ke rumah dituruti si ibu.
Pembantu rumah segera memeluk dengan penuh sayang dan duka, cepat-cepat menggendong anak kecil itu, membawanya ke bilik. Dilihatnya tapak tangan dan belakang tangan si anak kecil calar balar.
Menangis terusak-isak keduanya, dalam bilik.Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia menangis. Anak kecil itu pula terjerit-jerit menahan kepedihan sebaik calar-balar itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapa sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anakbengkak. Pembanturumah mengadu. “Sapukan minyak gamat tu!” balas tuannya, bapa si anak.
Pulang dari kerja, dia tidak melayan anak kecil itu yang menghabiskan masa di bilik pembantu. Si bapa konon mahu mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah langsung tidak menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. “Ita demam… ” jawap pembantunya ringkas. “Bagi minum panadol tu,” balas si ibu.
Sebelum si ibu masuk bilik tidur dia menjenguk bilik pembantunya. Apabila dilihat anaknya ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup semula pintu.
Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahu tuannya bahawa suhu badan Ita terlalu panas. “Petang nanti kita bawa ke klinik.
Pukul 5.00 siap” kata majikannya itu. Sampai waktunya si anak yang longlai dibawa ke klinik. Doktor mengarahnya ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius.
Setelah seminggu di wad Pediatrik doktor memanggil bapa dan ibu kanak-kanak itu. “Tiada pilihan..” katanya yang mencadangkan agar kedua-dua tangan kanak-kanak itu dipotong kerana jangkitan yang sudah menjadi gangren sudah terlalu teruk. “Ia semakin hitam, demi nyawanya tangan perlu dipotong dari siku ke bawah” kata doktor. Si bapa dan ibu
bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu.
Terasa dirinya tunggang terbalik, tapi apalah dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapa terketar-ketar menandatangani surat kebenaran pembedahan.
Keluar dari bilik pembedahan, selepas ubat bius yang dikenakanhabis, si anak menangis kesakitan. Dia juga terpinga-pinga, melihatkedua- dua tangannya berbalut putih. Direnung muka ayah dan ibunya.
Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam seksaan menahan sakit, si anak yang keletah bersuara dalam linangan air mata.
“Abah.. Mama… adik tak buat lagi. adik tak mau ayah pukul lagi” rayunya tersedu-sedu..
Adik tak mau jahat. Adik
sayang abah.. sayang mama.” katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa.
“Adik juga sayang Kak Narti..” katanya memandang wajah pembantu rumah,sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung seperti histeria.
Tidak seorangpun yang melihat suasana itu tidak menangis….
“Abah.. bagilah balik tangan adik.. Buat apa ambik.. Adik
janji tak buat lagi! Adik janji betul betul ni, kalau tak adik nak makan macam mana?
Nak main macam mana? Adik
janji tak conteng kereta lagi,” katanya bertalu-talu.
Bagaikan gugur jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya.
Meraunglah dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya..






